Sabtu, 17 September 2011

Sejuknya Teh itu...dan segarnya makanan ini...Subhannallah...

Senja itu adalah hari ke 20 dibulan Ramadhan, setelah seharian berkeliling disebuah mall dengan seorang teman, akhirnya kita terdampar disebuah tempat makan, sambil menunggu beduk magrib.
Dalam pikiran hanya ada air...air apakah itu...standarlah...Teh...3 huruf itu hal yang ditunggu-tunggu teggorokan...:) duuuuhhh swejuuuukkknya ....Alhamdullilah tapi kurang lengkap rupanya,kalau tak ada teman teh ku ini...baiklah ...kupesan juga sesuatu yang banyak airnya...biar seru and segarrr...yaitunya...makanan dari daerah pulau jawa....
yang penting dari semua itu adalah...karena kesengan aku untuk jepret jepret ini makanan,....hee hee..



Jumat, 16 September 2011

Apa yang akan dilakukan setelah Ramadhan dan Idul fitri berlalu?

Sebagai hamba Allah Subhannallahiwata'ala, yang akan selalu dilakukan adalah bermunajat kepada Nya, namum apakah semua itu berlalu begitu saja tanpa ada evaluasi pada diri kita sebagai muslim.
Setelah 11 bulan bergrilya mencari duniawi dan terkadang lupa akan akhirat, ketika sampai pada Ramadhan, kita sibuk untuk mencari dan meminta ampun padaNya, riang dan gembira menyambut datangnya bulan itu, dan seakan enggan untuk pergi dari nya, semangat ramadhan yang menyala dan semua ibadah yang wajib tertib dilakukan.
Tapi apakah semua itu lenyap begitu saja tatkala Ramadhan itu pergi dan Idul Fitri datang menjelma, suka cita bertaburan diantara kita (keluarga dan sanak sadura beserta teman-teman) kita sekaan kembali kedunia nyata kita, "the real life" padahal kita tahu, bahwa dunia ini hanya batu loncatan untuk menuju akhirat
Untaian kalimat ini saya buat hanya untuk mengingatkan pada diri sendiri dan pada teman-teman yang sedang membaca blog saya ini...semoga kita (muslimin muslimat walmu'minin walum'minat ) sama-sama menuju tujuan akhir kita dengan selamat dunia akhirat... 
dalam kesempatan sekiranya suasana lebarab masih ada, dan secara pribadi saya ucapkan 
Mohon Maaf Lahir dan Bathin, Taqobbalallahu Minna Wa Mimkum 


Kamis, 28 Juli 2011

perubahan...

mungkin berbanding sama antara orang suka dan tidak suka terhadap kata perubahan, setiap perubahan harusnya dianalisa dengan cermat dan jiwa dengan jiwa bijak dan tenang, jangan adanya emosi dan membuat semua orang terkejut, dan mempunyai sangka yang buruk terhadap orang lain. tapi manusia selalu ada baik dan buruk...dimanakah kita...
ada bagusnya perubahan itu membuat kita menjadi lebih gigih dan membuat kita termotivasi untuk jauh lebih maju dan berjalan sesuai dengan jalur yang sudah ada, yang perlu dihindari adalah perubahan yang membuat kita terpuruk dan membuat kita berlari dari kenyataan dan terjun kedalam hal-hal yang salah, dan membangun sesuatu komunitas yang untuk memperburuk citra diri kita dan orang dilingkungan sekitarnya.
senang melihat seseorang yang bijak dan membuat kenyaman untuk orang orang yang ada disampingnya, tidak tenang rasanya kalau ada orang yang menyorot dan menekan kita dengan kalimat dan perbuatan yang tidak bijak.
jadi sebenarnya, hanya diperlukan komunikasi yang bijak kah? atau tidak ada komunikasi sama sekali saat perubahan itu? perubahan yang seperti apa siiiih?... yang harus kita lihat dan ikuti. apakah yang masih hijau, sudah matang ataukah sudah busuk...kembali kepada kesadaran kita sendiri..perubahan yang mana untuk diri kita...dan setiap insan pasti ingin perubahan yang sempurna dan menuju arah SURGA...karena hanya itulah tujuan akhir sebagai hamba Allah...

Minggu, 10 Juli 2011

memang benar adanya belajar tidak mengenal umur

umur bukan salah satu faktor untuk menghalangi seorang umat manusia untuk belajar, yang penting ada kemauan, sperti temanku yang baru saja pulang, dia itu semangat untuk belajar dan banyak bertanya, tapi terkadang pertanyaannya tidak nyambung dengan apa yang sedang dia butuhkan,dan dia termasuk orang yang ingin cepat bisa dan mengerti sedetail mungkin, tidak sadar akan keadaan dirinya yang sudah banyak keterbatasan, dan harus belajar itu lebih lambat dan satu persatu...waduuh...hanya itu yang terfikir oleh ku...
tapi halitu merupakan sebuah pelajaran buat ku..karena kalau memang mau mengajari orang seperti dia, banyaklah bersabar dan jangan emosi...naaaah..itu dia yang sangat susah untuk dilakukan...mengajari dan emdapat pelajaran dari satu orang yang punya keterbatasan karena faktor usia...karena suatu ketika aku akan sampai dimasa itu dan aku sendiri nanti tidak akan tahu seperti apa nanti aku se umur orang ini...
Ya Allah..semoga aku selalu dalam lindungan Mu...dan jauhkanlah aku dari keterbatasan yang menyusahkan orang...

Sabtu, 09 Juli 2011

pemotong rambut dan sang konsumennya

seperti hari hari sebelumnya, melewati pasar untuk mencapai halte tempat ku menunggu bis yang akan mengantarkan aku ke sekolah tempat aku mengajar.
dalam perjalanan itu aku melihat betapa bahagia dan senangnya, kerjasama yang terjalin antara tukang pangkas rambut dan konsumennya, karena salon itu dibawah pohon rindang yang ber AC angin sepoi sepoi, itulah yang mungkin yang membuat ikatan kerjasama yang harmonis itu, betapa tidak, waktu itu hari hujan rintik, sang konsumen pegang payung besar dan pemangkas rambut rambut sibuk dengan guntin dan sisir di kepala sang konsumen dengan menghadap ke kaca yang yang terpajangdidepan sang konsumen yang diletakkan di dinding pagar taman di daerah pasar itu..oi manisnya...mereka sambil bercengkrama dan asyik bertukar cerita...kubayangkan indah sekali hari tua mereka...nikamatnya kehidupan dua orang itu... 
besok harinya...seperti biasa...kulihat kejadian yang jarang kulihat...ada dua perempuan tua dan setengah baya...dengan pakain ala orang orang dulu (daerah) dengan santai dibawah pohon yang sama dengan sang tukang pangkas, mereka ayik ber cerita sambil membuat lesehan berdua...perempuan tua dengan gaya ala bos bos dengan entengnya menghisap rokok dan menyeruput kopi hitam nan panas dan begitu juga dengan perempuan setengah baya yang berpakain warna merah yang tak kalah gaya dengan rokok dan segelas kopinya...apakah hidup mereka begitu nyaman atau apakah mereka membuat nayaman dengan keadaan yang harus dihadapi...oi dunia...beginikah perempuan tua hidup diantara sisa nyawa dan kesempatan yang harus dilewati sampai ajal itu datang...

Kamis, 07 Juli 2011

Semakin hari kesempatan hidup didunia semakin berkurang...marilah beribadah

Kebetulan hari ini kamis dan malam jumat..marilah tefakur dalam sholat dan zikir ditengah malam, agar segala sesuatu yang kita harapkan dapat berjalan dengan lancar...amiin
Munajat yang dalam adalah jalan satu-satunya untuk membawa kita menuju Surga Ilahi...dan terkhusus buat saya...hari ini saya mendapatkan sesuatu yang baru dala pengabdian saya...karena...ada ladang baru untuk menambah ibadah dan mengabdi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa....secara otomatis rizky InsyaAllah dirodhoi oleh Allah yang maha pengasih...amiiin...