seperti hari hari sebelumnya, melewati pasar untuk mencapai halte tempat ku menunggu bis yang akan mengantarkan aku ke sekolah tempat aku mengajar.
dalam perjalanan itu aku melihat betapa bahagia dan senangnya, kerjasama yang terjalin antara tukang pangkas rambut dan konsumennya, karena salon itu dibawah pohon rindang yang ber AC angin sepoi sepoi, itulah yang mungkin yang membuat ikatan kerjasama yang harmonis itu, betapa tidak, waktu itu hari hujan rintik, sang konsumen pegang payung besar dan pemangkas rambut rambut sibuk dengan guntin dan sisir di kepala sang konsumen dengan menghadap ke kaca yang yang terpajangdidepan sang konsumen yang diletakkan di dinding pagar taman di daerah pasar itu..oi manisnya...mereka sambil bercengkrama dan asyik bertukar cerita...kubayangkan indah sekali hari tua mereka...nikamatnya kehidupan dua orang itu...
besok harinya...seperti biasa...kulihat kejadian yang jarang kulihat...ada dua perempuan tua dan setengah baya...dengan pakain ala orang orang dulu (daerah) dengan santai dibawah pohon yang sama dengan sang tukang pangkas, mereka ayik ber cerita sambil membuat lesehan berdua...perempuan tua dengan gaya ala bos bos dengan entengnya menghisap rokok dan menyeruput kopi hitam nan panas dan begitu juga dengan perempuan setengah baya yang berpakain warna merah yang tak kalah gaya dengan rokok dan segelas kopinya...apakah hidup mereka begitu nyaman atau apakah mereka membuat nayaman dengan keadaan yang harus dihadapi...oi dunia...beginikah perempuan tua hidup diantara sisa nyawa dan kesempatan yang harus dilewati sampai ajal itu datang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar